Obat Herbal Penyakit Hepatitis

Obat Herbal Penyakit Hepatitis >> Informasi dan tips cara terapi pengobatan herbal penyakit hepatitis, kami berharap dan berdo’a semoga informasi tentang solusi pengobatan penyakit hepatitis ini dapat berguna dan bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya amin……

Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan menular, di masyarakat hepatitis di kenal sebagai penyakit kuning karena memang menimbulkan tanda atau gejala kekuning-kuningan pada bagian anggota tubuh seperti kuku berwarna kuning, kulit berwarna kuning dan putih mata menjadi kuning. Penyakit hepatitis di sebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang bagian organ hati sehingga menimbulkan peradangan hati. Hepatitis di golongkan menjadi beberapa bagian yaitu hepatitis A, B, C, D, E, F dan G di sesuaikan dengan virus yang menjadi penyebab utamanya. Pada umumnya penyakit hepatitis cenderung lebih banyak hepatitis A, B dan C.

1. Hepatitis A
Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.

2. Hepatitis B
Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.

3. Hepatitis C
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.

Solusi terbaik pengobatan herbal penyakit hepatitis dengan jelly gamat , mengapa jelly gamat mampu mengobati penyakit hepatitis ? Simak alasannya silahkan klik kategori dibawah ini sesuai dengan tipe penyakit hepatitis anda :

Pilihan Terbaik Atasi Hepatitis > Oleh trubus > Senin, 14 Agustus 2006 12:13:40

Suatu hari di akhir 2003. Tubuh Mohammad Arief Hidayat lemas tak berdaya. Otot punggungnya pegal nyaris seperti kram. Perutnya mual dan nafsu makan pun hilang. Sampai-sampai pria kelahiran Jakarta itu tak kuat berjalan meski dalam rumah. Meta-sang bunda-membawa Arief ke rumahsakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Di sana dokter menvonis Arief terpapar hepatitis C karena nilai SGOT mencapai 90.
Berita itu bak petir menyambar di siang bolong bagi Arief. Ia tak menyangka dirinya disambangi virus mematikan itu. Padahal, pertama kali berobat Arief hanya didiagnosis mengidap maag. Obat-obatan, vitamin C, suplemen penambah darah, dan temulawak, jadi pilihan pengobatan. Namun, kesembuhan tak kunjung datang. “Malah mual dan kram punggung terus datang,” ujarnya.

Merasa tak puas, Arief pun menyambangi dokter spesialis penyakit dalam. Melihat tubuh Arief yang lemah dan menguning, dokter menyarankan melakukan cek darah. Hasilnya, SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) mencapai 90 dan SGPT (Serum Glutamic Pyruviv Transaminase) berada di angka 170. Normalnya, SGOT di kisaran 40 dan SGPT stabil di angka 37.

Tes virus/antivirus pun positif. Tingginya nilai itu membuat dokter berkesimpulan, Arief terinfeksi hepatitis C. Dokter kemudian meresepkan Lactobion 6 tablet/hari seharga Rp3.200/butir. Sayang, keluhan sakit masih kerap mendatangi tubuh relawan HIV AIDS di ASA PKBI, Semarang itu. Bahkan bobot tubuh terus menyusut dari 58 kg menjadi 50 kg.

Alternatif lain, Arief mencoba ramuan tradisional dari Bima, NTB, seharga Rp185.000/kg. “Bentuknya seperti dodol berwarna hitam,” ujarnya. Satu sendok makan ramuan itu dilumatkan dalam ½ gelas air panas. Untuk menghilangkan rasa pahit ditambah madu. Pertama kali mencoba, perut Arief tidak kuat. Ia langsung muntah dan diare. Namun, tekad sembuh sudah bulat. Arief pun melanjutkan meminum ramuan itu selama 2 bulan. Sayang, tetap saja tak ada perubahan dan tubuh terus melemah.

Awal Oktober 2004, setelah membaca informasi mengenai buah merah ampuh atasi hepatitis, sang ibunda membeli 3 botol minyak buah merah ukuran 120 ml. Arief tak serta-merta mengkonsumsi buah merah itu. Ia berkonsultasi dengan dokter yang merawatnya. “Dokter malah menyarankan meminum buah merah,” ucapnya. Buntut coba-coba itu berbuah manis. Setelah mengkonsumsi 2 sendok per hari selama 2 bulan, kondisinya berangsur-angsur membaik. Nafsu makan bertambah. Itu terlihat dari bobot tubuh yang kembali normal, 58 kg. Efek lain, wajah pucat dan tirus berubah menjadi berseri-seri.

Antivirus

Kisah kesembuhan Arief itu keniscayaan. Dr M. Akham Subroto, peneliti di LIPI, Bogor, menjelaskan kandungan flavonoid yang tinggi pada buah merah memiliki efek menyembuhkan hepatitis C. Hal itu disebabkan flavonoid berfungsi sebagai antivirus. Mekanisme kerja flavonoid terungkap sebagai antipolimerasi, penghambatan siklus sel, dan pelindung struktur sel.

Flavonoid pun berkerja baik dengan vitamin C sehingga meningkatkan pertahanan tubuh. Sebagai antioksidan, flavonoid dapat menghalau radikal bebas dan membersihkan tubuh dari racun. Efek itu terasa pada Arief saat pertama kali mengkonsumsi buah merah. “Selama 3 hari saya diare,” ungkap Arief. Kemungkinan, itu reaksi pembersihan dan efek keseimbangan tubuh terhadap benda asing yang masuk.

Kandungan asam lemak berantai panjang, C22-C24, yang terkandung dalam tanaman asli Papua itu aktif menginaktifasi (melemahkan, red) dan meluruhkan membran lipida virus. Virus pun tidak diberi kesempatan untuk membangun struktur baru sehingga tidak bisa beregenerasi. Asam lemak seperti oleat, linoleat, dan linoletat bekerja memperbaiki fungsi hati. Karena diselimuti lemak, virus hepatitis sulit ditembus obat apa pun. Namun, asam lemak dapat menembus membran itu.

Hal serupa dijelaskan Dr Primal Sudjana, Sp PD – KPTI – spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Hepatitis disebabkan virus yang dalam jangka 6 bulan sejak terinfeksi menjadi akut. Bila dibiarkan hingga 6 bulan berikutnya menjadi kronis dan menyebabkan sirosis (pengerasan hati, red). “Kandungan vitamin E dan B1 dalam buah merah dapat mencegah peradangan dan pembengkakan sehingga sel-sel rusak dapat memperbaiki diri,” ujar Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, doktor farmakologi alumnus ITB.

Penyembuhan lebih efektif bila ditunjang makanan bergizi dan istirahat cukup. Hal itu membuat perkembangan virus terhambat. “Secara alami virus bisa dilemahkan dengan memberikan keadaan yang ia tidak bisa tumbuh,” ujar dr Zen Djaja, pimpinan Balai Pengobatan Umum Yayasan Tri Dharma, Malang.

Menurut Dr Primal, sangat disarankan bila ada obat yang mampu menghambat proses replikasi virus. Selama ini dunia medis mengenal interferon yang dipakai untuk memperbaiki fungsi hati. Meski kenyataannya tingkat keberhasilan hanya 10-15%. Menurut Prof Dr Nurul Akbar, SpPD-KGEH, hasil di lapangan menunjukkan interferon sanggup mengurangi penderitaan akibat hepatitis sebanyak 40%, tapi kemampuannya membunuh virus masih kecil. Itu lantaran sel-sel normal ikut terbunuh, sehingga sulit buat regenerasi sel baru yang sehat.

Pilihan lain

Selain buah merah, masih ada pilihan lain: VCO, sarang semut, dan teripang. Masing-masing ketiganya mempunyai kandungan berbeda. Contohnya VCO. Menurut Akham, VCO kaya akan asam lemak rantai sedang sebanyak 7% sehingga ampuh memperbaiki fungsi hati.

Hal senada diungkap Bartolotta S. dari Universidad Tidak Buenos Udara, Ciudad Universitaria, di Argentina. Hasil penelitiannya menunjukkan asam laurat atau C12 paling efektif menghadang tahap pendewasaan siklus replikasi virus dan mengurangi hasil sekresi virus. Keampuhan lain, menghambat tekanan virus, tanpa mempengaruhi kelangsungan hidup sel normal. Sifat VCO yang larut dalam air dan langsung diserap tubuh membuat minyak perawan tidak berefek samping.

Lain lagi cara teripang memperbaiki fungsi hati. Teripang kaya akan grow factor sehingga dapat memperbaiki sel-sel rusak. Kandungan protein hingga 82% dan asam lemak essensial mujarab memperkuat sel hati untuk mengeluarkan antibodi. Karena itu juga gamat kerap disebut imunomodulator. Lantaran kandungan kolagen yang tinggi, gamat-sebutan lain-ampuh melakukan regenerasi sel secara singkat. Menurut dr Zen, gamat larut dalam air sehingga langsung terserap di hati tanpa mengalami detoksifi kasi. “Karena itu gamat tidak menimbulkan efek samping,” tambahnya.

Namun, hewan laut filum Echinodermata itu harus benar-benar terbebas dari racun. “Gamat yang dikonsumsi harus dimurnikan atau diekstrak,” kata Akham. Menurutnya gamat disinyalir dapat berfungsi sebagai antivirus.

Sarang semut pun dapat menjadi pilihan dalam mengatasi hepatitis. Itu lantaran senyawa flavonoid yang berguna sebagai antioksidan dan antivirus. Ia mampu meningkatkan kesegaran dan pemulihan stamina tubuh. Kandungan taninnya pun manjur memperbaiki fungsi hati. Sarang semut juga mengandung glikosida yang diduga berperan sebagai imunostimulan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Virus yang masuk dapat ditangkis oleh antibodi yang dibentuk oleh sel hati.

Sifat sarang semut yang larut dalam air mempermudah penyerapan dalam hati. Karena itu sarang semut bekerja baik bila dikonsumsi berupa rebusan. “Tidak dalam bentuk kapsul,” ujar Akham.

Dosis

Bukti empiris menunjukkan keempat panesea itu dapat menghalau laju virus dan memperbaiki sel hati. Namun, harus diperhatikan dosisnya. Contohnya buah merah. Tingginya kandungan betakaroten dan alfatokoferol buah jika dikonsumsi berlebihan merusak kerja hati. “Kedua senyawa itu diproses hati. Jika dosisnya terlalu banyak, sedangkan hati sedang terinfeksi virus, malah membuat hati berkerja terlalu berat,” ujar Ahkam. Karena itu dosis yang dianjurkan 1 sendok makan/minggu.

Betakaroten dan alfatokoferol dapat dihilangkan dari komponen buah merah melalui pemurnian yang dilanjutkan dengan kolom. Artinya, buah merah yang telah dimurnikan dimasukkan dalam tabung. Di sanalah terjadi pemisahan senyawa yang dibutuhkan. “Bila itu telah dilakukan, niscaya buah merah sangat efektif mengatasi hepatitis,” ujar Akham.

Berbeda dengan buah merah. Minyak perawan itu dapat dikonsumsi setiap hari. Untuk menjaga kebugaran cukup dikonsumsi 1 sendok/hari. Sayang, tidak terdapatnya fl avonoid membuat VCO tak seaktif buah merah dalam menghadang virus. Pun gamat, dapat dikonsumsi setiap hari dengan dosis 1-2 sendok makan 3 kali sehari.

Hampir sama dengan buah merah, adanya kandungan tokoferol membuat sarang semut tak bisa dikonsumsi setiap hari. Sebaiknya hanya dikonsumsi seminggu sekali 1 sendok makan hasil ekstraksi. Artinya, 1 sendok makan sarang semut direbus dalam 2 gelas air selama 15 menit hingga tersisa 1 gelas. Secara empiris keempat panasea itu terbukti menghalau virus hepatitis. Pilihan kini di tangan Anda. (Lastioro Anmi Tambunan)

Ampuhnya spirulina atasi penyakit > Oleh trubus > Senin, 04 September 2006 09:46:43

Pekerjaan Liana Wati sehari-hari mengunjungi dan menghibur para pasien di sebuah panti. Namun, pada penghujung 2000, jangankan menghibur mereka, menghibur diri sendiri pun tak mampu. Ia mengurung diri di kamar sejak dokter mendiagnosis ia mengidap hepatitis C. Penyakit maut itu ketahuan bercokol di hatinya ketika ia mengecek kondisi kesehatan untuk memperoleh polis asuransi. Ibu 2 putri itu pun menolak dijenguk lantaran ia enggan mendengar lagi ucapan: hepatitis C tak dapat disembuhkan. Liana Wati ingin mengelak dari diagnosis itu. Sayang, ketika mengecek ke laboratorium lain, hasilnya sama: hepatitis C. Sepekan setelah diagnosis itu, perempuan kelahiran Padang 18 Maret 1935 itu ambruk. Ia tak bertenaga seolah tubuh tanpa tulang-belulang. Seluruh aktivitas dilangsungkan di atas pembaringan. Seorang dokter dan 3 sinse menangani kesehatannya.Namun, kondisinya kian memburuk, tubuhnya kurus kering. Sebulan berselang atas saran kerabat, nenek 4 cucu itu mencoba spirulina cair. Dosisnya 2 sachet-masing-masing 14,8 ml-3 kali sehari. Keesokan harinya ia menghentikan konsumsi seluruh obat dokter. Pada hari kedua, ia merasa amat bertenaga. Enam bulan berselang, Liana mengecek kondisi lever. Hasilnya, virus mematikan penyebab hepatitis C itu enyah. Liana sembuh.Ir Badriatur Rahmaniah (43 tahun) juga merasakan faedah spirulina. Alumnus Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor itu menderita kanker payudara stadium II B. Operasi yang disarankan dokter ditolak. Beruntung seorang dokter memperkenalkan spirulina. Ia mengkonsumsi 1 sachet spirulina sehari. Rasanya tubuh lebih segar. Mulai Februari 2005, dua sachet spirulina diminum setiap hari. Dua pekan berselang, benjolan mengecil.

Hasil pemeriksaan di RSAD Gatot Subroto, sel kanker mengecil, dari 2,5 x 1,5 x 1,0 cm3 menjadi 1 x 0,62 x 0,62 cm3. Bobot tubuh meningkat dari 45 kg menjadi 50 kg. Dalam waktu dekat, ia berencana memeriksakan diri ke dokter. Yang merasakan manfaat spirulina tak hanya Liana Wati. Kusnadi Prawira yang mengidap jantung koroner, Tri Ayurina (kanker payudara), Andreana Subiyati (stroke) hanya beberapa pasien sembuh setelah mengkonsumsi spirulina.

SuperminiDi tengah maraknya penggunaan bahan alam, spirulina salah satu pilihan untuk pengobatan penyakit maut. Sebetulnya spirulina bukan barang baru di dunia pengobatan. Sejak 400 tahun lampau, herbal itu merupakan makanan tradisional suku Aztek dan Maya di semenanjung Yucatan, Meksiko.

Wajar jika keamanan mengkonsumsi spirulina terjamin. Pun bagi anak-anak dan perempuan hamil. “Spirulina makanan yang mempunyai sejarah panjang dari segi keamanannya. Namun, mutunya tergantung tempat tumbuh. Spirulina tercemar tentu berbahaya,” ujar Prof Dr Ali Khomsan, ahli gizi Institut Pertanian Bogor. Dosis anjuran 1-5 gram per hari. Efek samping bila berlebih? “Karena berfungsi sebagai makanan, tak ada efek samping yang membahayakan, walau diberikan dalam dosis tinggi,” katanya.

Kini popularitas tumbuhan bersel satu itu melambung. Banyak dokter di Indonesia yang menyarankan-jika tak boleh disebut meresepkan-tanaman obat itu. Spirulina merupakan ganggang hijau-biru berukuran amat mini, 1 mm. Sebutan spirulina mengacu pada bentuknya yang spiral.

Menurut Prof I Nyoman Kabinawa, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, terdapat banyak spesies spirulina yang hidup di air laut, payau, dan tawar. Spirulina yang hidup di laut mampu tumbuh pada kedalaman hingga 600 m. Dibandingkan dengan sinar matahari yang diterima tumbuhan darat, intensitas sinar matahari yang menembus air dan diterima spirulina jauh lebih sedikit.

“Kalau makhluk bisa hidup dengan sumber energi amat minim, maka ia mempunyai kemampuan hidup yang kuat. Ia mempunyai cadangan energi tinggi. Oleh karena itu spirulina banyak dimanfaatkan untuk mengembalikan kesehatan,” ujar Wahyu Suprapto, herbalis di Batu, Jawa Timur.

TerlengkapSpirulina itulah yang kini banyak diharapkan mencegah dan menyembuhkan beragam penyakit maut. Bagaimana duduk perkara tumbuhan itu mampu menjadi panasea-obat mujarab beragam penyakit? Ketika diwawancarai Trubus, Bob Capelli, vice president Cyanotech-produsen terbesar spirulina di dunia-mengungkapkan, “Spirulina pangan terbaik di antara pangan lain karena mengandung nutrisi paling lengkap.”

Capelli yang memproduksi 30 ton spirulina per bulan di Kailua, Hawaii, tak berlebihan. Sekadar menyebut beberapa nutrisi spirulina adalah betakaroten, zeasantin, dan pikosyanin. Kandungan ke-3 senyawa aktif itu masing-masing 23.000 IU, 8 mg, dan 1.500 mg. Senyawa-senyawa itulah yang berperan sebagai antioksidan sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. “Spirulina mempunyai kekayaan antioksidan yang luar biasa untuk menetralisir radikal bebas,” ujar ahli herba alumnus Rutgers Uniersity itu.

Menurut Dr Komari MSc, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan, antioksidan memperkuat sistem imun. Sel imun terdiri atas sel berukuran besar dan kecil. Peran antioksidan menjembatani kedua sel itu sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi kuat. Itu persis hasil riset Hayashi dari Fakultas Farmasi, Toyama Medical & Pharmaceutical University, Jepang.

Ia membuktikan tingkat kekebalan tubuh mencit yang diberi Spirulina platensis lebih tinggi. Musababnya produksi antibodi satwa pengerat itu meningkat. Selain itu jumlah sel fagosit juga melambung.

Membangun selMenurut Dr Mangestuti Agil, farmakolog Universitas Airlangga, orang sakit karena kekurangan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk metabolisme sel. “Kerja sel ngga benar sehingga terjadi ketidakseimbangan,” ujarnya. Oleh karena itu setiap sel harus mendapat nutrisi yang lengkap agar dapat bekerja dengan baik. Kata dr Oetjoeng Handajanto, ahli terapi kolon, salah satu sumber nutrisi terbaik bagi sel adalah spirulina.

Kandungan gizi spirulina lengkap dan mudah diserap tubuh sehingga melancarkan pencernaan. Dengan kandungan gizi lengkap, tubuh memperbaiki sel-sel rusak. Hal senada diungkapkan dr Zen Djaja MD, di Malang, Jawa Timur. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya itu spirulina memulihkan penyakit degeneratif alias menurunnya fungsi-fungsi sel.

“Protein yang lengkap dengan asam amino esensial berfungsi membangun sel-sel tubuh. Pada kasus stroke, spirulina membantu mengarahkan sel-sel otak sehingga mencegah stroke ulangan sekaligus mendorong regenerasi sel,” katanya. Namun, menurut Dr Komari tingginya kandungan protein pada spirulina-mencapai 70%, tidak serta-merta meregenerasi sel. “Tergantung bagaimana tubuh mencerna zat itu. Oleh tubuh protein bisa dicerna menjadi asam amino, hormon, atau hanya menjadi energi. Protein adalah salah satu sumber energi,” ujarnya.

Komari, doktor gizi, mengatakan kelebihan lain spirulina adalah kandungan vitamin A dan D sangat baik bagi kesehatan mata dan tulang. Kadar vitamin K mencapai 2,5 kali lipat dari kebutuhan dan zat besi yang memenuhi 80% kebutuhan tubuh melancarkan peredaran darah. Kandungan kromium pada spirulina mencapai 21% dari kebutuhan tubuh juga baik bagi penderita diabetes untuk merangsang kinerja pankreas memproduksi insulin.

Masih ada faedah lain spirulina. “Klorofil yang tinggi berguna sebagai detoksifi kasi atau mengeluarkan racun termasuk radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas memicu beragam penyakit seperti kanker,” ujar dr Maria Theresia Karnadi di Cilandak, Jakarta Selatan. Spirulina juga kaya enzim superoksida dismutase (SOD), mencapai 332-647. Peran SOD juga mengikat radikal bebas.

Radikal bebas merupakan atom yang tak memiliki pasangan sehingga reaktif merusak jaringan. Disebut radikal bebas karena mempunyai kebebasan untuk melakukan pengikatan-pengikatan dengan senyawa-senyawa sekitar. “Stres dan pancaran sinar matahari menimbulkan radikal bebas,” ujar dr Oetjoeng Handajanto lulusan Fakultas Kedokteran Universität Bochum Jerman. Nah, SOD mampu mengikat radikal bebas sehingga menjadi sesuatu yang tidak lagi mampu mengikat.

Singkat kata thallophyta-tumbuhan tanpa akar, batang, dan daun sejati-itu mampu mendongkrak kekebalan tubuh. “Jika daya tahan tubuh meningkat, mengurangi serangan penyakit. Bila daya tahan tubuh rendah, sel darah putih tak mampu melawan penyebab penyakit,” ujar dr Oetjoeng Handajanto.

Banyak caraSelain bersifat preventif, spirulina pun dapat digunakan sebagai terapi kuratif untuk mengatasi beragam penyakit. Menurut Yana Maolana Syah MS PhD, peneliti bahan alam Institut Teknologi Bandung, spirulina mempunyai komponen yang khas bernama oligosakarida. “Ternyata oligosakarida menjadi antivirus, antitumor, dan mencegah penyebaran kanker,” ujar doktor Kimia alumnus University of Western Australia itu.

Bagaimana spirulina mengatasi sel kanker? Itu lantaran spirulina mampu menghasilkan faktor alfa seperti disampaikan Ali Khomsan. Alfa zat kimia yang tokcer menggempur sel tumor. Mekanisme lain, lantaran tumbuhan itu mengandung polisakarida yang mampu memperbaiki sintesis kode gen deoxynucleutide acid (DNA). Spirulina juga meningkatkan aktivitas enzim inti sel sehingga membuat DNA dalam kondisi baik dan sehat.

Dokter Oetjoeng menuturkan pada kasus kanker, spirulina berperan mengatrol pH darah. Harap mafhum, tingkat keasaman darah penderita kanker amat rendah 5,7-6,5. Padahal, idealnya pH darah 7,3. “Bila pH darah turun terus, darah kehabisan oksigen dan berakibat kematian,” ujar dokter berusia 55 tahun itu. Spirulina dapat meningkatkan pH darah lantaran bersifat basa.

Sel kanker memang dipicu oleh makanan yang bersifat asam seperti daging, telur, dan soda. Konsumsi berlebihan makanan bersifat asam menyebabkan oksigenasi darah menurun. Akibatnya, tubuh lemas, lesu, dan capai. Tubuh cuma memerlukan makanan asam 20%; basa, 80%. Keistimewaan spirulina tak cuma itu.

Dalam khazanah pengobatan cina, hai zao alias spirulina segar bersifat dingin dan asin. Bahan bersifat asin berfungsi melunakkan atau menghancurkan. “Oleh karena itu bagus diberikan untuk penyakit yang mengalami pembengkakan atau benjolan di tubuh, termasuk tumor dan kanker. Bengkak itu biasanya panas sehingga diobati dengan bahan yang bersifat dingin,” ujar William Aditeja, dokter alumnus Beijing University of Traditional Chinese Medicine.

Menurut Wahyu Suprapto, herbalis sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dalam pengobatan cina ada 2 gejala penyakit: yin dan yang. Jika seseorang dalam kondisi yang diberi obat bersifat yang dan kondisi yin diberi obat yin, justru makin sakit. “Spirulina itu mempunyai karakteristik yin, jadi cocok untuk orang dengan gejala yang,” ujarnya.

Penyakit dengan gejala yang-cenderung ingin sesuatu yang dingin-contohnya diabetes. Namun, ada pula kencing manis bertipe yin ditandai dengan kerap berurine.

MakananSpirulina kini banyak dikonsumsi dalam bentuk bubuk, cair, dan tablet. Itu hasil olahan beberapa spesies spirulina yang telah diteliti khasiatnya oleh berbagai perusahaan. Sekadar menyebut contoh PT Diamond Interest merilis merek Spirulina, PT Elken Internasional Indonesia (Elken Spirulina), PT K-Link Indonesia (Larutan Organik Spirulina), PT Luxor Inma (Spirulina Pasifica), PT Pentamas Adhika Lestari (Spirumate), PT Surya Pagoda Mas (Revita), dan PT Ultratrend Biotech (Spiruplus).

Hingga saat ini di Indonesia belum terdapat pembudidayaan spirulina. Menurut Prof I Nyoman Kabinawa, periset spirulina, perairan Indonesia-tawar, payau, dan laut-potensial untuk pengembangan ganggang hijau-biru. Syaratnya antara lain pH 8, 5-11, bersih, dan bebas polusi. Lagi pula tumbuhan itu amat adaptif di berbagai kondisi perairan.

Lokasi budidaya spirulina umumnya di mancanegara seperti Amerika Serikat dan Cina. Hasil panen berupa spirulina cair diolah dengan teknologi pengeringan beku untuk mencegah oksidasi terhadap betakaroten dan asam lemak lain. Bahan bubuk itulah yang diolah menjadi kapsul, serbuk, atau cairan spirulina. Produk mereka itu kini merambah pasar dan menjadi harapan kesembuhan bagi para pasien.

Memang banyak bukti empiris khasiat spirulina mengatasi beragam penyakit. Meski begitu, produsen dan para dokter tetap mengklaim spirulina bukan obat, tapi makanan fungsional. “Spirulina memang tidak mengobati, tubuh memperbaiki diri sendiri,” ujar dokter Oetjoeng. Ia menganalogikan montir bila gagal menemukan onderdil, mobil tetap rusak dan tak dapat berjalan. Onderdil bagi tubuh adalah makanan, spirulina “onderdil” yang amat lengkap lantaran memberikan semua yang dibutuhkan tubuh.

Namun, menurut dr Dadang Arief Primana SpKO, SpGK konsumsi suplemen tak perlu bila makanan sehari-hari memenuhi kategori gizi seimbang sesuai kebutuhan. “Zat-zat yang terkandung dalam spirulina sama dengan zat dalam makanan lain,” ujar dokter spesialis gizi klinis itu. Pada umumnya masyarakat mengkonsumsi spirulina ketika sakit mereka tak kunjung sembuh, meski berbagai pengobatan ditempuh seperti dialami Anthony Fu yang 4 tahun mengidap lupus. Sebulan setelah rutin mengkonsumsi spirulina, kadar hemoglobin meningkat menjadi 13 gram per dl dari sebelumnya 7 gram per dl.

Ahli gizi seperti Prof Dr Ali Khomsan menuturkan, suplemen tetap diperlukan untuk menopang kecukupan nutrisi. Itu lantaran kadar nutrisi spirulina lengkap dan lebih tinggi ketimbang makanan biasa. Contoh, protein spirulina 3 kali lebih tinggi daripada daging sapi, kalsium 6 kali lebih tinggi ketimbang susu, dan zat besi 100 kali lebih tinggi daripada bayam. Kandungan senyawa aktif itulah yang membantu mewujudkan harapan kesembuhan banyak pasien. (Sardi Duryatmo/Peliput: Destika Cahyana, Hermansyah, Imam Wiguna, Kiki Rizkika, Rosy Nur Apriyanti, & Vina Fitriani)

Artikel terkait obat herbal penyakit hepatitis :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>