RF

Benarkah Kemiskinan di Jawa Tengah Meningkat di Periode Ganjar Pranowo, Simak Faktanya Berikut ini!

20 Jun 2022  |  171x | Ditulis oleh : Admin
Benarkah Kemiskinan di Jawa Tengah Meningkat di Periode Ganjar Pranowo, Simak Faktanya Berikut ini!

Seperti yang kita tahu bahwa Ganjar Pranowo menjabat sebagai Gubernur Jateng sejak tahun 2013 dan mejabat 2 periode sampai tahun 2023. Jabatan seorang Gubernur di Indonesia saat ini memang 5 tahun per satu periodenya. Namun sepertinya masa jabatan 2 periode Gubernur Jateng tersebut tidak bisa dimaksimalkan dan memabawa banyak perubahan di Provinsi Jawa Tengah. Bahakan data BPS menunjukan bahwa Jateng menjadi salah satu Provinsi yang bisa dibiling tingkat kemiskinan paling tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk Jawa Tengah yang hidup di bawah garis kemiskinan bertambah dari 128,85 ribu jiwa menjadi 4,11 juta jiwa pada Maret 2021 dibanding Maret 2020. Pembatasan kegiatan sosial masyarakat untuk meredam penularan virus corona juga sangat berdampak terhadap perekonomian setempat dan juga angka kemiskinan di Jawa Tengah.

Kebumen merupakan kabupaten di Jawa Tengah dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di kabupaten tersebut bertambah 1,83 ribu jiwa menjadi 212,92 ribu jiwa pada Maret 2021 dibanding posisi Maret 2020.

Berdasarkan persentasenya, penduduk miskin Kabupaten Kebumen meningkat menjadi 17,83% pada Maret 2021 dibanding sebelumnya hanya 17,59%. Angka kemiskinan tersebut lebih tinggi dari persentase penduduk miskin Jawa Tengah yang sebesar 11,79% dan merupakan yang jkmuo9iterbesar dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah.

Kabupaten atau kota dengan persentase penduduk miskin berikutnya adalah Kabupaten Wonosobo, yakni sebesar 17,67%. Diikuti Kabupaten Brebes dengan angka kemiskinan 17,43%, kemudian Kabupaten Pemalang 16,56%, dan Kabupaten Purbalingga sebesar 16,24%.

Ada pula Kabupaten Banjarnegara dengan angka kemiskinan sebesar 16,23%. Setelahnya ada Kabupaten Rembang dengan penduduk miskin 15,8%, lalu Kabupaten Sragen 13,83%, serta Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Klaten masing-masing sebesar 13,66% dan 13,49%.

Walaupun ada alasan karena corona, tapi sebagai Gubernur seharusnya Ganjar Pranowo yang sudah berpengalaman menjabat sejak tahun 2013 setidaknya bisa menekan tingkat kemiskinan tersebut. Lalu sebenarnya apa yang spesial dari seorang Ganjar Pranowo, yang saat ini seperti memaksakan dirinya sendiri untuk maju di pemilihan presiden 2024 nanti. Sedangkan saat menjadi Gubernur Jateng 2 Periode saja tidak bisa berbuat banyak dan bisa dibilang nol prestasi.

Baca Juga: